Artikel

Thursday, January 7, 2021

Ikhlas

Orang memberi bantuan hendaklah didasari dengan niat yang baik dan ikhlas. Rasa ikhlas seseorang tidak dapat dinilai oleh orang lain. Seseorang tidak tahu tingkat keikhlasan orang lain. Yang dapat mengetahui ikhlas atau tidaknya suatu tindakan adalah orang itu sendiri dan Allah Swt.

Perilaku yang didasari rasa ikhlas tidak didasarkan pada orang lain, rupa, harta, atau yang lain. Akan tetapi ikhlas dailakukan untuk kebaikan diri kita sendiri. Dengan penuh harapan dan doa agar Allah meridhoinya.

Apakah yang dimaksud ikhlas itu? Ikhlas berarti mengerjakan sesuatu (kebaikan) dengan niat hanya karena, untuk, dan kepada Allah Swt. kita berbuat ikhlas dan mengharap ridho Allah Swt. Rasa ikhlas menjadi pengantar kita mendapatkan ridho Allah Swt.

Ikhlas dilakukan dengan segala hal. Semua didasari niat untuk kebaikan. Kebaikan itu akan menjadi amal kita di dunia. Amal kebaikan akan diganti Allah dengan kebaikan pula di dunia maupun di akhirat.

Apa kamu pernah mendengar, membaca, atau yang lain tentang persembahan Qabil dan Habil? Mereka berdua melakukan persembahan, yang berupa hasil kerjanya untuk Allah Swt. Habil memberikan hasil kebunnya yang bagus-bagus. Adapun Qabil memberikan hasil kebunnya yang jelek. persembahan Habillah yang diterima oleh Allah Swt. Persembahan yang dilakukan dengan tulus ikhlas membuat Allah Swt. ridho. Adapun persembahan yang dilakukan dengan tidak ikhlas, membuat Allah Swt. tidak ridho. Jadi, jika kita memberikan sesuatu itu yang baik dan ikhlas. Jika kita saja tidak mau memakannya, maka jangan diberikan kepada orang lain.

Sebagai orang beriman, semua tindakan kita hendaknya selalu dilandasi dengan rasa ikhlas dan mencari ridho Allah Swt. Kita yakin bahwa semua ini akan kembali kepada Allah Swt. Mari kita selalu mengingat Allah Swt, selalu menyembah Allah Swt dan memurnikan ketaatan pada-Nya.

No comments:

Post a Comment